Deadline atau sering disingkat DL itu,
sebenarnya berhubungan dengan semua pekerjaan. Karena menurut saya (ini menurut
saya, ya), deadline ada batas akhir mengerjakan suatu pekerjaan. Jadi saat
waktunya tiba, maka pekerjaan kita sudah selesai. Tentu saja deadline
berhubungan dengan dunia menulis.
Itulah sebabnya, kenapa penulis butuh
deadline. Saya yakin, semua penulis pasti pernah bersinggungan dengan deadline.Baik
saat mengikuti lomba menulis, ada lowongan naskah di penerbit, menulis buku,
atau diorder naskah.
Deadline ini tidak selamanya datang dari
luar. Kita bisa kok menetapkan deadline untuk diri sendiri. Misalnya 1 cerita sepanjang
600-700 kata, harus selesai dalam waktu 3 hari. 1 novel 150 halaman, harus selesai dalam tiga bulan.
Atau mengisi blog setiap hari.
Nah, di sini saya akan sharing sesuai
pengalaman pribadi saya. Pertama, deadline itu membuat saya lebih disiplin menulis.
Dengan adanya deadline, saya terpacu untuk menyelesaikan tulisan itu sesuai waktunya.
Bahkan kalau perlu lebih awal selesai dari deadline. Soalnya pengalaman saya, kalau
masih menulis menjelang deadline, maka saya sedikit kurang fokus. Padahal saya butuh
waktu untuk mengedit naskah itu juga. Karena jujur saja, biasanya ada kata yang terlewatkan.
Kedua, bila kita sudah terbiasa memenuhi deadline, maka tanpa saya sadari, saya akan bisa menulis dengan cepat. Begitu dapat
ide, maka semua elemen cerita langsung terbayang, dan tinggal ditulis saja. Itu
semua berkat deadline, yang selalu menuntut saya untuk selalu berusaha mengeksekusi
cerita dengan cepat.
Ketiga, peluang menulis semakin banyak.
Misalnya ada lomba menulis cerita anak. Waktu itu lomba menulis cerita
Nusantara Bertutur (NUBI). Kebetulan sekali, saya baru tau pengumumannya sehari
sebelum tutup lomba. Tapi karena saya niat ikut, maka saya segera menulis
ceritanya, mengedit sebentar, lalu mengirim naskahnya. Alhamdulillah masuk
pemenang penghargaan.
Contoh lain misalnya dalam sebulan ada
lomba, ada tugas naskah dari penerbit, juga orderan dari editor, maka Insya
Allah kita akan bisa menyelesaikan semuanya. Kalau semua terselesaikan, Insya
Allah rezeki menulis akan terbuka juga. Siapa yang tidak senang kalau terima
transferan dari mana-mana hehehe...
Selanjutnya, kalau kita terbiasa menulis
sesuai deadline, akan membuat orang lain senang. Contohnya Editor naskah kita. Kalau
ada revisi, dan kita selalu menyelesaikan tepat waktu, Secara tidak langsung,
akan menumbuhkan rasa kepercayaan editor. Apalagi terkadang revisi itu datang
dadakan, dan waktu revisinya sangat dadakan. Kalau kita sudah terbiasa
menghadapi deadline, Insya Allah semua bisa dilewati. Jadi saat ada job lagi, mereka
akan senang hati akan mengontak kita. Peluang lagi, dan rezeki lagi, kan?
Yang terakhir, sesuai pengamatan saya,
penulis yang selalu menulis sesuai deadline, akan “lebih” dibandingkan dengan penulis
lain. Maksudnya lebih di sini bisa tulisannya lebih banyak di media, bukunya
terus terbit dan banyak, juga lebih banyak dapat job dan peluang.
Logikanya begini. Ada dua penulis.
Sama-sama dikasih kesempatan menulis 1 naskah cerita dalam waktu seminggu. Penulis
A bisa menyelesaikan naskahnya 3 hari sebelum deadline, sedangkan penulis B
menyelesaikan naskahnya menjelang deadline. Nah, sisa waktu sebelum deadline itu, penulis A
bisa menggunakan waktunya menulis job lain.
Jadi sekarang sudah jelaskan, kenapa
penulis butuh deadline? Deadline secara tidak langsung menunjang proses menulis kita. Patuhilah Deadline, dan rasakan hasilnya.
Kalau saya sih, agar saya terus semangat
menulis. Selain itu biar peluang menulis terbuka lebar dan rezeki menulis
lancar. Agar saya bisa terus makan bakso hahaha...
Salam semangat menulis...
Bambang Irwanto
0 Response to "kenapa Penulis Butuh Deadline?"
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.