Lebaran 1446H sudah selesai menyapa. Kue di toples tinggal beberapa biji. Sirup tinggal setengah. Dompet juga jadi kurusan. Palingan hari Senin, saya sudah beraktivitas seperti biasa... Ya. Biasa, menulis sambil mencari peluang cuan di media sosial hehehe.
Lebaran tahun ini memang sangat berbeda bagi saya. Sungguh, tidak seperti lebaran-lebaran sebelumnya. Banyak hal yang harusnya menjadi momen lebaran yang ditunggu-tunggu banyak orang, tapi jutru terlewati, atau tepatnya justru sengaja tidak saya lakukan. Padahal momen-momen lebaran ya, hanya setahun sekali, ya. Tapi tak mengapa, saya tetap bahagia lebaran tahun ini.
Tidak Mudik
Lebaran tahun ini saya tidak mudik. Bahkan sejak awal, saya memang tidak ada rencana mudik. Kenapa? Kalau jawaban bercandanya sih, saya mau jagain Depok sambil nunggu open house di rumah Ayu Tingting hahaha
Kalau jawabannya sebenarnya adalah karena ibu saya sudah ada di Depok, sejak Desember 2023 karena sakit. Jadi ini tahun kedua ibu saya ikut berlebaran di Depok dan otomatis saya Tidak mudik .
Alhamdulillah kondisi ibu saya sudah semakin membaik. Tapi tetap perlu bantuan kalau mau apa-apa, dan harus diawasi selalu. Namanya juga usia. Semangat tetap membara, tapi tenaga sudah tak mendukung.
Karena ibu saya sudah lebaran di Depok, otomatis saudara-saudara saya yang ada di Depok juga tidak mudik. Kita kumpul saja dan lebaran di Depok. Lagipula kan, salah satu intinya mudik sudah tercapai. Orang jauh-jauh mudik menempuh perjalanan jauh. Walau tidak harus mendaki gunung, lewati Lembah dan Sungai yang mengalir, hanya untuk bertemu orang tuanya.
Nah, ini ibu saya sudah di depan mata. Jadi saya sangat bersyukur, lebaran tahun ini masih diberi kesempatan Bersama ibu. Semoga beliau terus diberi sehat dan panjang umur. Aamin. Apalagi sebenarnya merawat orang tua itu juga bekerja, juga salah satu kewajiban anak terhadap orang tuanya.
Tidak Mempersiapkan Kue dan Makanan Lebaran
Walau tidak memutuskan tidak mudik dan lebaran di Depok, Tapi di rumah tidak ada mempersiapkan kue dan makanan lebaran. Lagipula selama lebaran di Depok, juga di Kebumen, itu lebarannya hanya sebentar, Ini sesuai pengalaman saya. Setelah salat, lalu ngider salam-salaman bahkan di jalanan. Jadi kuenya utuh hehehe. Tidak ada acara saling mengunjungi seperti saat saya masih tinggal di Makassar. Bahkan hari pertama itu kalau bertamu, disuruh makan juga
Alhamdulillah adik saya dan istrinya yang jadi sponsor utama lebaran tahun ini. Parcel lebaran sudah diantar seminggu sebelum lebaran. Menjelang lebaran ada tambahan bingkisan lagi. THR juga sudah mengalir buat ibu saya dan keponakannya juga sudah diberikan.
Terus sebelum lebaran, adik saya sudah bertanya,kalau ibu mau dimasakin apa? Rendang, semur daging, atau apa? Ibu saya suka rendang, tapi sudah tidak bisa makan pedas lagi. Akhirnya pilihannya adalah semur saja.
Alhamdulillah, sore harinya sebelum takbiran, semua menu sudah diantar ke rumah. Bukan saja hanya semur daging, juga ada rendang, opor ayam, lontong, dan sayur labu siam, mantap… tinggal siapkan saja ruangan perut yang lebar hahaha.
Alhamdulillah lebaran hari pertama, dapat kiriman coto Makassar dan buras dari adik ipar Adik saya. Jadi mertuanya itu orang bugis Makassar. Alhamdulillah obat kangen makan Coto Makassar terobati.
Tidak Salat Idul Fitri
Lebaran tahun ini saya tidak salat Idul Fitri, sebabnya tidak ada yang menemani ibu saya. Jadi tidak apa saya yang mengalah, dan seluruh anggota keluarga yang salat Idul Fitri. Saya Cuma nitip doa saja hahaha. Lagian gantian dengan orang rumah. Sebab, saya sudah ambil jatah tarawih, dia yang menemani ibu.
Sebenarnya bisa dipaksakan. Ibu saya ditinggal sendiri saja. Toh, Cuma berbaring. Tapi saya tidak mau ambil resiko. Kalau terjadi apa-apa, apa saya tidak menyesal? saya memang ingin menghabiskan waktu dengan ibu lebih banyak lagi.Waktu berharga bersama ibu yang mungkin tak bisa terulang lagi.
Tidak Ngider
Saya juga tidak ngider lebaran tahun ini. Begitu kelar, tamu sudah datang ke rumah walau hanya sekadar salam-salaman. Termasuk mertua adik saya yang rumahnya memang tidak jauh. Jadilah, lebaran tahun ini saya juga tidak ngider.
Habis itu, saya ngadem saja di rumah.Padahal biasanya saya ke Bekasi ke rumah Bulek saya. Tapi malas ah, dia juga dan anak-anaknya juga tidak pernah main. Bahkan juga tidak pernah sekadar bertanya kabar ibu saya.
Sepupu saya yang lainnya juga yang tinggal di Jakarta dan Bekasi, bahkan ada di Jonggol juga tidak ada kabar. Padahal waktu masih di Makassar saya membayangkan, enak kali ya, kalau dekat sama sepupu, bisa akrab, bisa blablabla. Tapi ternyata masih enakan pas di Makassar. Orang lain tapi rasa saudara hehehe
Jadi sudahlah.. kalau saya curhat bisa 2000 kata ini postingan hahaha. Lebaran ini saya tidak usah memikirkan banyak hal. Saya proses menambah berat badan saja wkwkwkw.
Tidak Liburan Lebaran
Tidak ada persiapan lebaran, tidak salat ied, tidak ngider, dan semakin lengkap lebaran tahun ini, karena saya juga tidak pergi liburan hahaha.
Padahal adik saya sudah nawarin mau ajak ibu ke mana? Misalnya ke Ancol? Alamak nenek-nenek pakai kursi roda ke Ancol. Ambil gaji saja di kantor pos Depok yang dekat dari rumah sudah pegal minta pulang hahaha. Jadi ibu memang lebih baik di rumah senyamannya saja.
Kalau soal ini sih, karena saya malas saja. Saya pikir mau ke mana, ya? Saya inginnya ke tempat yang baru yang belum pernah saya kunjungi. Sedangkan tempat wisata di Jakarta, semua Sudah pernah saya datangi.
Lagipula saya kurang suka kalau tempat wisata itu ramai dan penuh. Saya Sukanya wisata kalau wisatanya tidak terlalu ramai. Makanya saya lebih suka malah jalan-jalan pas puasa hehehe. Justru banyak keuntungan saat jalan-jalan di bulan puasa. Lagipula saya juga freelance. Bisa jalan-jalan sesuka pilih waktunya.
Untungnya adik saya Bersama keluarga inti dari istrinya itu jalan-jalan ke Bandung selama 3 hari. Jadi saya bisa melipir ke rumahnya. Buka laptop nulis, draf postingan, lalu kalau cape, ngasoh sambil nonton film. Lengkap lagi langganannya dari Netflix, video dan lain-lain.
Nah, itu dia cerita saya tentang Lebaran yang berbeda tahun ini. Memang banyak momen yang terlewatkan, tapi saya bahagia. Bisa berlebaran Bersama keluarga saya. Dan semua itu harus disyukuri. Selamat lebaran, teman-teman.
Bambang Irwanto
0 Response to "Lebaran yang Berbeda Tahun Ini"
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.